25/10/20

Mau Jadi Pengusaha? Biasakan Dulu Menulis


Jakarta Menjadi entrepreneur erat kaitannya dengan menjadi inovator, pemimpin, investor atau pun bussinesman secara keseluruhan. Tapi tidak banyak yang tahu, bahwa ternyata menjadi entrepreneur juga berhubungan dengan kemampuan dalam menulis.

Memang secara kasar, konsep membentuk sebuah bisnis atau menjadi inovator tidak terlalu memerlukan kemampuan ataupun kebiasaan untuk menulis.

Dilansir dari Entrepreneur.com, Rabu (14/10/2020) ini adalah 7 alasan atau saran menulis itu kebiasaan yang baik jika Anda ingin menjadi entrepreneur.

1. Menulis Merupakan Kemampuan yang Diperlukan

Mungkin jika Anda adalah seorang yang bermimipi menjadi entrepreneur, menggelar meeting atau menjalin komunikasi secara telefon menjadi cara paling efektif dan memang banyak dilakukan orang untuk mengkomunikasikan ide ataupun tawaran tentang apapun itu.

Tetapi terkadang dengan padatnya jadwal semua orang, menulis menjadi cara alternatif yang efektif untuk bisa mengkomunikasikan hal yang ingin disampaikan ke klien, investor ataupun konsumen.

Jika tulisan yang ditulis mampu mengkomunikasikan ide melalui kalimat-kalimat yang persuasif dan konkrit, setidaknya bisa membuat pihak tertuju paham akan intensi dan tujuan Anda.

2. Menulis Membantu untuk Memproses sebuah Ide atau Pikiran

Setiap orang pastinya mempunyai kemampuan berbicara atau mempertahankan percakapan berbeda-beda.

Tetapi secara keseluruhan, berbicara atau mengobrol dengan siapapun akan jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan menulis.

Karena tidak seperti berbicara yang perlu sifat instan dan spontan, menulis perlu waktu dan proses untuk mengkomunikasikan ide ataupikiran kamu menjadi tulisan. Proses tersebut biasanya membantu kamu untuk mematangkan ide atau pikiran yang pastinya bersifat abstrak.

3. Menulis Membuat Diperhatikan Orang

Saat menulis sebuah rencana bisnis ataupun sebuah proposal atau bahkan memo kepada tim, menulis memaksa untuk memperhatikan siapa pihak yang dituju.

Cara menulis yang dituju kepada tim jika dibandingkan kepada klien ataupun investor biasanya akan berbeda, entah itu dari susunan kalimat ataupun formalitas dari penggunaan kata.

Jika nantinya sudah terbiasa, maka saat dihadapi dengan berbagai macam bentuk khalayak secara fisik, maka perilaku, aksi dan cara mengkomunikasikan apa yang ingin disampaikan pasti akan berbeda. Sehingga setiap khalayak yang dijumpai, punya kesan dan cara pemahaman unik terhadap apa yang disampaikan.

 


EmoticonEmoticon