18/08/20

Dengan Inovasi JAM KUNCI, Uang Rakyat Hemat Rp 50 Milyar

 


•Deputi Kemenpan RB RI Kunker ke Banyuasin

Pangkalan Balai – Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB RI), Prof Dr Diah Natalisa, M.BA berkunjung ke Kabupaten Banyuasin dan langsung diterima oleh Bupati Banyuasin, H. Askolani, SH., MH di ruang kerja Bupati Banyuasin, Selasa (18/08/2020).

Kunjungan kerja ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Banyuasin, mengingat peningkatan pelayanan publik di Banyuasin telah jauh lebih baik dengan dibuktikan keberhasilan Inovasi JAM KUNCI masuk dalam TOP 45 inovasi terbaik se Indonesia.

Banyuasin memiliki 7 program Banyuasin Bangkit, salah satunya Banyuasin Terbuka.
Pelayanan publik termasuk salah satu dalam program Banyuasin Terbuka.

“Kita nomorsatukan pelayana publik, hasilnya makin baik dan diakui nasional ini terbukti dengan penghargaan Dukcapil Hebat dari Kemendagri RI tahun 2019 dan Jam Kunci kita terbaik nasional dalam bidang tata kelola pemerintahan dari Mendagri 2020. Ini menunjukan program Banyuasin Terbuka sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” kata Bupati H Askolani.

Dengan inovasi Jam Kunci ini terang Bupati Askolani selain mempermuda pelayanan kepada masyarakat tetapi juga dapat menghemat uang rakyat senilai Rp 50 Milyar.

" Ongkos transport masyarakat untuk membuat KTP ata-rata untuk sampai ke Pangkalan Balai Rp 400.000 sampai Rp 1 juta. Pada tahun 2019, lalu KTP yang dicetak sebanyak 126.000 e KTP kalau dikalihkan dengan Ongkos transpor Rp 400.000. Maka
Menghemat uang rakyat Rp 50 miliar, "jelasnya.

Di sektor administrasi kependudukan, Disduk Capil Banyuasin kerja keras dengan melakukan berbagai inovasi dan terobosan brilian seperti pelayanan e-KTP satu hari selesai (LANSRI), buka pelayanan sabtu dan minggu (BUK SAMING), Dinas Dukcapil Lembur Malam (DUKCAPIL TEMALAM), pelayanan administrasi kependudukan jemput bola (PAK JOLA), rekam dan cetak langsung di tempat (CEK LADIPA), memfasilitasi pindah datang warga luar yang sudah berdomisili di Banyuasin (MAKAN PINDANG WANG SUMIBA) dan menempatkan petugas mengecek dan link data cek Lida di BPJS Kesehatan.

“Untuk mempermudah pelayanan administrasi kependudukan yang selama ini terpusat di Kota Pangkalan Balai, kini sudah dibentuk 21 UPTD Dukcapil di 21 Kecamatan dan membuka pelayanan Sembilang di OPI Mall Jakabaring Selatan Kecamatan Rambutan sehingga masyarakat bisa mengurus administrasi kependudukan sambil belanja dan rekreasi bersama keluarga, “jelasnya.

Selain itu juga untuk program Petani Bangkit, Banyuasin di bidang pertanian menduduki posisi keempat nasional sebagai Kabupaten produksi beras tertinggi yang ditetapkan Kementerian Pertanian RI sebagai bukti dari keberhasilan program Petani Bangkit yang dijalankan selama ini.

Kabupaten Banyuasin menjadi satu-satunya Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang masuk Top Ten daerah penghasil beras terbesar di Indonesia dan sekaligus satu-satunya di Pulau Sumatera.

“Dengan pelayanan publik yang telah kami lakukan, Banyuasin siap untuk meningkatkan pelayanan publik yang sehat dan bersih,” tutupnya.

Menyambut baik penjelasan Askolani, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB RI, Dr. Prof. Diah menerangkan dengan melihat kerja nyata dari Kabupaten Banyuasin dalam pelayanan publik jelas sekali membawa kami untuk melihat langsung inovasi-inovasi yang telah dijalankan oleh pemerintah Kabupaten Banyuasin.

“Untuk Inovasi Jam Kunci Dukcapil Kab. Banyuasin, ini merupakan prestasi yang luar biasa karena untuk Kabupaten, Banyuasin satu-satunya terbaik di Sumsel dapat masuk dalam Top 45. Untuk masuk ke Top 45 itu sangat sulit dan ini merupakan langkah yang sangat baik,” bangganya.

“Disini dilihat jelas upaya kerja keras Kabupaten Banyuasin dalam peningkatan pelayanan publik. Kami disini siap untuk mendampingi dari proses awal sampai ke hasil,” jelasnya.

Turut hadir Kapolres Banyuasin, AKBP. Danny Sianipar, SIK, Sekda HM Senen Har dan Kepala OPD lingkup Pemkab Banyuasin.


EmoticonEmoticon