11/03/19

Utang Ke Bank SumselBabel, Pemkab Banyuasin Angarkan 100 Milyar Untuk Perbaikan Jalan Pulau Rimau



PULAU RIMAU, KB- Tahun ini Pemerintah Kabupaten Banyuasin menganggarkan dana Rp 350 Miliar untuk perbaikan jalan.

Dana itu terutama untuk pembangunan enam jalan poros kecamatan, diantaranya di Kecamatan Pulau Rimau dengan anggaran Rp 100 Miliar.

Dana anggaran bersumber dari pinjaman dari Bank Sumsel Babel (BSB) dan bantuan dari pemerintah pusat.
“Realisasinya tahun ini ada 6 jalan poros yang rusak akan diperbaiki Pemkab Banyuasin,’ujar Askolani Bupati Banyuasin.
Diketahui dana Rp 350 Miliar dengan diperuntukan dengan rincian di 6 jalan poros diantaranya jalan Pulau Rimau Rp100 Miliar, Air Saleh Rp 29 Miliar, Muara Padang dan Muara Sugihan Rp71 Miliar.

“Mohon doa agar jalan yang rusak itu segera dibangun, kita berharap jalan yang dibangun nanti bagus dan tahan lama 5-10 tahun,”terangnya.
Wakil Bupati Slamet mengatakan, pinjaman uang dari BSB sudah sesuai dengan prosedur yang disetujui DPRD Banyuasin.

“Uang itu didapat dari berutang, artinya Pemkab punya beban kedepan yang harus dibayar,”katanya.
Oleh karena itu, dia berharap kotraktor yang telah diberikan tanggungjawab jangan bermain-main dengan proyek hingga dibangun asal-asalan.

“Para kontraktor silahkan ikut tender, saya tidak mau bangun jalan asal-asalan banyak pasir dari pada semen, jika ditemukan kami tidak akan bayar,”pungkasnya.

Kritik di Media Sosial
Setelah foto model di jalan rusak di OKU, sejak kemarin warganet ramai memperbincangkan kondisi jalan rusak di Trans Lubuk Lancang, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Akun Instagram @seputarpulaurimausumsel memposting foto kondisi jalan jauh dari kata layak.

Tanah merah bercampur lumpur menutupi seluruh median jalan hingga begitu sulit dilewati kendaraan.

Khoirul Anwar (24 tahun), fotografer yang mengambil momen tersebut saat dikonfirmasi mengatakan, jalan rusak tersebut menghubungkan dua kecamatan yakni Pulau Rimau dan Selat Penuguan, Kabupaten Banyuasin.

Menurut Khairul, sejak wilayah transmigrasi Pulau Rimau dibuka pada 1980, mereka hanya merasakan kondisi jalan mulus pada 2007 silam.

"Itu pun tidak lama, karena faktor kondisi bangunan jalannya tidak maksimal sehingga rusak lagi sampai sekarang," kata Khoirul saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Minggu (3/3/2019).
Diterangkannya, pengambilan foto dengan menggunakan model seorang perempuan terinspirasi dari karya Robby Sanjaya yang juga viral setelah memperlihatkan kondisi jalan rusak di Kecamatan Batumarta, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan beberapa waktu lalu.



"Sebenarnya iya, memang kebetulan kami sudah lama gencar memposting kondisi jalan Pulau Rimau. Namun, setelah ada lihat postingan anak-anak OKU, kami jadi tergugah untuk melakukan hal yang sama. Itu hanya sebagian kecil, masih banyak lagi spot jalan yang lebih dari itu sepanjang jalur ini," ujarnya.



EmoticonEmoticon