08/03/19

Resmi ditutup, Banyuasin III Juara Umum STQ VIII



BETUNG, KB — Wakil Bupati Banyuasin H. Slamet Somosentono, SH menutup Pelaksanaan Seleleksi Tilawatil Quran (STQ) VIII tahun 1440 H/2019, Jumat (8/3) dilapangan Pon-Pes Al-Muhibin Kecamatan Betung. Kecamatan Banyuasin III keluar sebagai Juara Umum
dengan perolehan r emas, 6 perak, da 3 perunggu.

Sebagai bentuk penghargaan dan pembinaan terhadap peserta yang juara, Pemkab Banyuasin memberikan piala dan uang pengargaan bagi terbaik 1 Rp. 2 juta, terbaik 2 Rp.1,5 juta dan terbaik III Rp.1 juta.
STQ VIII diikuti 300 pesera yang berasal dari 21 kecamatan dengan 5 Cabang lomba yakni Tilawah Anak-Anak dan Dewasa,Tahfizd, Hafalan Hadist dan Tafsir. “Alhamdulillah, kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Pon-Pes Al-Muhibin, Masjid dan Musollah Hidayah yang dimulai 4-8 Maret sukses dan lancar”, kata Ketua Panitia Dr. H. Senen Har, S.IP., M.Si
Para terbaik I akan mewakili Kabupaten Banyuasin pada STQ tingkat Sumsel di Kabupaten Muratara. “Diharapkan dapat mengharumkan nama baik Kabupaten Banyuasin. Pemkab akan membekali pelatihan pada 12-15 Maret untuk memantapkan pengetahuan wawasan ilmu untuk mewakili kabupaten Banyuasin,” lanjutnya
Wakil Bupati Banyuasin H. Slamet Somosentono, SH berharap STQ ke VIII menjadi era kebangkitan generasi Qur’ani di Bumi Sedulang Setudung Kabupaten Banyuasin dalam rangka mewujudkan Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera (BAS 2019-2024) .
Wabup yang akrab disapa Pakde ini mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengupayakan percepatan penuntasan buta aksara Al-Qur’an, seperti mendorong dan menggalakan pengajian antara Gerakan Maghrib Mengaji (Gergaji), baik dirumah rumah, musholla, Masjid dan tempat pengajian lainnya.
“Selain itu Pemerintah Kabupaten Banyuasin mulai tahun 2019 telah mengalokasi bantuan dana kepada lembaga pendidikan pondok Pesantren, Marbot Masjid, Guru Ngaji,” jelas Pakde Slamet
Pakde meminta, STQ ke VIII yang baru saja dilaksanakan menjadi acuan untuk masa-masa yang akan datang. Untuk yang juara semoga dapat meningkatkan lagi kemampuan dan prestasinya.
“Dan yang terpenting adalah tumbuhnya kesadaran dan semangat untuk mempelajari kandungan Al Qur’an, karena hakekat dari kegiatan ini adalah Bagaimana kita mampu memahami, menghayati dan mengamalkan isi kandungannya di dalam kehidupan sehari-hari”, pungkas Wakil Bupati. (adm)


EmoticonEmoticon