23/01/19

Sohid asal Banyuasin Diundang ke Istana Presiden



Banyuasin,kb.com -Sohid,pria 55 tahun asal Banyuasin ini telah donor darah sukarela sebanyak 100 kali.sebagai pendonor darah sukarela ke-100 kali, Sohid diundang Palang Merah Indonesia (PMI) ke Istana Presiden.Sohid merupakan warga Desa warga Jalan Runjung Jaya RT 05 RW 03 Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.

Sohid merupakan satu dari 22 Warga di Sumsel mendapat penganugerahan tanda kehormatan SatyaLencana Kebaktian Sosial Donor Darah Sukarela ke-100 kali di Tahun 2018.Sohid sehari-hari bekerja sebagai petani karet.

Pria kelahiran 1 Desember 1963 itu telah aktif sebagai pendonor darah Sukarela tampa pamrih yang telah berlangsung sejak 30 tahun terkahir.Bahkan ia rela mengocek biaya ongkos sendiri mendatangi pusat penyedia bantuan darah PMI di Km-5 Palembang.

Sejak aktif mendonorkan darah sejak tahun 1990, bapak pemilik darah jenis O tersebut telah tiga kali mendapat penghargaan dari Palang Merah Indonseia (PMI) Palembang.Pertama pendonor ke-5 pada tahun 1991, Pendonor ke-15 pada tahun 1994, ke-50 pada tahun 2005 dan ke 100 yang diundang ke istana kepresidenan pada 26 Januari 2019."Sebenernya ini sudah ke 108 kali mendonor, namun tercatat di PMI ke seratus kalinya,"ujar Sohod di dampingi istrinya Siti asia, Selasa (21/1/2019).

Diceritakan Sohid, kegemaran mendonorkan darah yang lakukan telah berlangsung sejak lama.Kebiasaan tersebut dikarenakan badannya yang sering berat dan jari tangan bengkak apabila dalam waktu tertentu tidak mendonor."Kalau tidak donor lebih dari 3 bulan badan terasa berat jari-jari tangan menjadi bengkak,"jelasnya.

Kendati demikian Sohid tidak pernah mengharapkan imbalan dari ratusan kantong darah yang telah ia berikan.Semua atas nama sukarela."Saya tidak mau dibayar semua murni sukarela,terkadang saya pakai ongkos sendiri untuk pergi mendonor ke Palembang"ujarnya.

Dari pengakuan sang istri Siti Asiah saat mendamping Sohid, suaminya termasuk orang yang tidak pernah mengalami sakit dan tergolong pria yang sehat."Tidak pernah sakit, kadang kalau sudah berumur kena hujan pasti mengalami sakit, tapi dia tidak,"ujarnya.Bahkan dikatakan Siti Asiah, Sohid pernah mengerjakan penggarapan ladang lebih dari 2 hektar dilakukan sendirian


Ketika ditanya terkait makanan sehari-hari yang kerap di konsumsi, Siti mengaku makanan di Desa seperti pada umumnya.Kalau makan biasa saja kadang cuman gemar makan sambal terasi saja,"ujar Siti Asia istri pak Sohid.Namun dikatakannya dibalik kebugaran badan pak Sohid perwakilan Kabupaten Banyuasin tersebut mengaku dirinya tidak pernah merokok.(red tribun s)







EmoticonEmoticon