10/01/19

Kapolres Banyuasian Tunjukkan Bibit Sawit Palsu Yang Diungkap Jajarannya



Banyuasin,kb.com - Dua tersangka pemasaran ribuan biji benih bina bibit kelapa sawit palsu dibekuk Unit satreskrim Polres Banyuasin, Rabu (9/1/2019).Dua tersangka ini telah beroperasi selama 2 tahun.Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem mengatakan, keduanya diringkus melalui tim under cover buy Satres Narkoba dan Intelkam yang menyamar menjadi petani untuk membeli bibit tersebut lewat situs online.

"Melalui penyelidikan yang telah berbulan-bulan kita berhasil mengamankan kedua tersangka yang telah menjual benih bina palsu ini,"kata Kapolres dalam press release di Depan Gedung Mapolres Banyuasin Rabu (8/1/2019).


Kapolres mengatakan pidana yang dilakukan kedua tersangka sudah termasuk dalam pidana khusus yang dianggap telah merugikan konsumen komuditas petani dalam jangka waktu yang panjang..

Kapolres berharap petani dapat membedakan bibit benih bina kelapa sawit antara yang asli dengan yang palsu.Terdapat perbedaan yang mencolok pada biji tersebut agar tidak tertipu dengan bibit tersebut."Kalau yang asli harus di masukan ke dalam air terlebih dahulu baru terlihat logo tulisan PPKS, namun kalau yang palsu atau label palsu dapat terlihat dengan jelas sebelum dimasukan kedalam air,"kata Kapolres.

Kita beli Rp 150 ribu lalu kita jual Rp 200 ribu perbungkusnya kalau yang asli sampai harga Rp 2 juta, kita menyebutnya itu bibit lokal atau bibit murah,"beber tersangka ID.Dua tersangka yakni DK (27 tahun) warga Jalan Pusri Indah Desa Lalang Sembawa Kecamatan Sembawa dan ID (43 tahun), warga Jalan seras kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa.Untuk harga bibit benih unggulan yang asli berkisar RP 8 ribu perbutir dengan dikemas dalam sebuah kantong yang berisi 150 butir.


Namun untuk harga yang ditawarkan kedua tersangka sangat murah dengan dalih bibit unggulan lokal dengan mengambil keuntungan ro 1 juta pekantongannya.Selain mengamankan kedua tersangka juga diamankan Barang Bukti (BB), berupa satu buah kardus yang ditaburi kulit kayu yang berisi 11 kantong benih atau kecamba kelapa sawit berlabel DxP PPKS Medan,11 kotak kemasan benih unggul berlabel DxP PPKS Medan 1 kotak segel berlabel PPKS Medan dan dua unit HP milik tersangka.

Kedua tersangka yang telah beroperasi sejak 2 tahun terkahir dengan modus mengelabuhi konsumen dengan mengatakan produk benih kelapa sawit yang mereka jual merupakan produk bibit lokal.Untuk meyakinkan konsumen,tersangka memalsukan label dan memberikan sertifikasi bodong alias tanpa izin.

Akibat perbuatannya yang telah menipu konsumen dengan memasarkan bibit palsu tersebut keduannya terjerat pasal 60 ayat (1) hurf c dan atau pasal 61 ayat (1) hurf b, undang nomor 12 tahun 1992 tebmntang sistem budidaya tamaman JO pasal 62 ayat (1) uu nomor 8 tahun 1999 tentang perlindingan konsumen.(redsp/ay)






EmoticonEmoticon