02/08/18

Tarif Pulsa Penyumbang Inflasi di Sumsel


Palembang,kb.com - Selain kenaikan harga daging ayam ras dan telur, tarif pulsa operator terutama pembelian data, menjadi penyumbang inflasi Kota Palembang dan Lubuk Linggau.
Saat ini masyarakat baik kalangan menengah ke bawah maupun ke atas, hampir secara keseluruhan menggunakan gadget untuk seluruh transaksi, baik untuk belanja online atau pembayaran. 
Untuk mendukung bisnis mereka tersebut, data seluler menjadi kebutuhan pokok, setelah kebutuhan lainnya, seperti beras. Kondisi inilah yang mendongkrak tarif pulsa di bulan ini menjadi penyumbang inflasi 0,03 di Kota Palembang maupun kota Lubuk Linggau. Sedangkan secara keseluruhan di wilayah Sumsel tarif pulsa menyumbang 0,02 persen.
"Kalau dilihat dari makin maraknya jual beli online yang saat ini terus mengalami peningkatan. Dapat dipastikan, tarif pulsa akan terus menjadi penyumbang inflasi, bahkan jauh lebih besar dibanding kebutuhan pokok," jelas Kepala BPS Sumsel, Yos Rusdiansyah saat kegiatan paparan berita statistik, Rabu (01/08).
Ia menambahkan, secara keseluruhan inflasi kumulatif sampai dengan Juli 2018, mencapai angka 2,04 persen, dengan inflasi year on year mencapai angka sebesar 2,81 persen. Dengan komoditas yang menyumbang adil deflasi terbesar untuk Kota Palembang dari kelompok pengeluaran didominasi bahan makanan, sedangkan dari jenis komoditas penyumbang terbesar ayam ras, telur ayam, dan tarif pulsa.
Ia menambahkan, inflasi di Kota Palembang, disumbang dari beberapa kelompok komponen yang memberikan sumbangan inflasi pada bulan Juli, diantaranya tarif pulsa dan sekolah dasar menjadi penyumbang inflasi 0,08 persen berdasarkan kelompok komponen inti. Sedangkan penyumbang deflasi tertinggi angkutan udara, angkutan antar kota, dan ASDP. (red)


EmoticonEmoticon