15/08/18

Agus Salam Berhenti dari Partai Golkar




Pangkalan Balai,kb.com - Politisi Senior DPD II Partai Golkar Kabupaten Banyuasin H Agus Salam menyatakan berhenti sebagai kader partai berlambang pohon beringin. Berhentinya Mantan Ketua DPRD Banyuasin ini karena merasa telah dizolimi dan dibuang sebagai kader oleh pengurus DPD II Golkar Banyuasin dan DPD I Partai Golkar Provinsi Sumsel.
Padahal kalau dilihat, H Agus Salam merupakan kader potensial yang masih memiliki basis massa guna mendulang suara Golkar pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 nanti. Tentu kondisi ini bisa berdampak bagi suara dukungan masyarakat terhadap partai Golkar Banyuasin.
Pengunduran diri mantan Ketua DPRD Banyuasin ini terungkap dari surat yang disampaikannya di Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Banyuasin, Selasa (14/8) hari ini.
H Agus Salam saat di hubungi Detik Sumsel membenarkan informasi mundurnya dirinya sebagai Kader Partai Golkar.
 "Iya hari ini saya sudah melayangkan surat berhenti sebagai kader Golkar dan berhenti sebagai Ketua Dewan Penasehat DPD II Partai Golkar Banyuasin, dimana surat keputusan sebagai ketua Wanhat tidak pernah saya terima sampai hari ini, "katanya.
Ketika ditanya alasan berhenti, Agus Salam mengaku berhenti karena merasa ditinggalkan partai golkar karena menilai mekanisme di partai golkar sudah tidak mendahulukan kader lagi. 
"Jadi saya berhenti bukan meninggalkan tapi Golkarlah yang meninggalkan saya sebagai kader yang berkarir dari bawa dan ikut andil membesarkan partai golkar ini, "katanya.
Dirinya terang Agus Salam, pada saat proses pilkada Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin 2018 tidak di dukung penuh oleh DPD II  Golkar Banyuasin dan DPD I Golkar Sumsel. Dia merasa berjuang sendiri tidak ada dukungan dari para pengurus partai golkar. 
Yang menyakitkan lagi lanjut Agus Salam, setelah kalah pada Pilkada dirinya berencana mau ikut pencalonan legislatif 2019 sebagai calon DPRD Provinsi Sumsel dari Daerah Pemilihan 10 Kabupaten Banyuasin namun sebagai kader asal Kabupaten Banyuasin tidak diakomodir dan lebih mengutamakan kader lain yang tidak dibesarkan oleh DPD II Golkar Banyuasin. 
"Berkas persyaratan caleg sudah siap, dan saya bawa ke DPD I Golkar dengan menemui Sekretaris DPD I Golkar Sumsel Herpanto. Namun jawab Herpanto tidak bisa lagi sudah telat, yang tersisa hanya kuota perempuan, "katanya.
Lalu dirinya menghubungi pengurus lain Yansuri dan Yansuri menyarankan untuk dibuatkan rekomendasi dari DPD II Golkar Banyuasin. "Tanggal 17 Juli, rekomendasi itu disampaikan ke DPD I Golkar Sumsel namun tidak ada kepastian. Kemudian Ketua DPD II Golkar Banyuasin Irian Setiawan menawarkan untuk maju sebagai caleg DPRD Banyuasin. Tapi ini hanya harapan palsu dan namanya tidak masuk dalam Daftar Caleg Sementara, "katanya.
Dengan alasan inilah lanjut Agus Salam dirinya memutuskan untuk berhenti dan menilai sistem kaderisasi partai golkar tidak berjalan dengan baik.
 "Daftar Caleg Sementara saya nilai tidak masuk akal dan tidak menunjukan kaderisasi yang baik. Contoh Dapil 6 Talang Kelapa dan Tanjung lago caleg nomor urut 1 bukan kader golkar. Sedangkan yang kader seperti Fuad yang menjabat Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu berada di no 9 ini sangat tidak sesuai artinya ada yang tidak beres, "katanya
Begitu juga caleg Provinsi dapil 10 Banyuasin, masak Adriansyah kader DPD Golkar Kota Palembang masuk  nyaleg di Banyuasin.
 "Saya kader Golkar asal Banyuasin malah tidak bisa ikut nyaleg di Dapil 10 Banyuasin, ini ngak benar dan saya pastikan ada sentimen pribadi. Jadi saya berhenti bukan meninggalkan tapi golkarlah yang meninggalkan saya, "tandasnya.(red)


EmoticonEmoticon