31/07/18

Kapolres banyuasin gelar konfrensi pers penangkapan sabu-sabu di Mapolres Banyuasin

Pangkalan Balai,kb.com - Yulinar (55) warga Merdeka Timur Kota Asan Dusana,  Kecamatan Muara Dua Kabupaten Loksmawe, Provinsi Aceh ditangkap petugas Satres Narkoba Polres Banyuasin. Ibu tiga anak ini nekat menjadi kurir narkoba senilai Milyaran rupiah tersebut demi menghidupi ketiga anaknya.
Gagal beredarnya sabu-sabu ini,terungkap dalam gelaran razia yang dilakukan pihak Polres Banyuasin di Jalan Lintas Timur Palembang-Betung KM 42 yang tepatnya di depan Gerbang Pemkab Kabupaten Banyuasin beberapa hari lalu.
Saat di lakukan penggeledahan terhadap salah satu Bus Pelangi dari Kota Medan yang melintas, di dapati satu buah Tas yang berisikan narkoba jenis Sabu sebanyak 1 Kilogram.
Kemudian tersangka Yulinar yang berada di dalam Bus mengaku kepada petugas jika tas tersebut miliknya.

"Saya bawa Narkoba itu dari Kota Medan, Tugas saya hanya mengantarkan saja ke kota Batu Raja." Kata Yulinar Nenek Tiga orang anak saat di bincangi media ini di Mapolres Banyuasin, Selasa (31/07).

Yulinar juga mengaku, dirinya menjadi kurir pengantar narkoba untuk menghidupi ketiga orang anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dan Narkoba yang diantarnya itu milik seseorang yang minta diantar ke Kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Propinsi Sumatera Selatan.

" Saya dua kali sudah pernah antar, ketemu orang yang siapkan barangnya di Medan dan dikasih uang 3 juta untuk ongkos. Kalau sudah sampai barangnya, saya di Bayar 50 Juta rupiah." Kata Nenek Yulinar yang mengaku dari lima orang anaknya dua diantaranya telah meninggal saat bencana Tsunami beberapa tahun silam.

Dari informasi yang di dapat, pihak kepolisian Sat Narkoba  Polres Banyuasin bersama pihak Ditres Narkoba Polda Sumsel melakukan pengembangan dan menangkap Hendri (30) warga Desa Bantan Pelita kecamatan Bp Peliung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur saat berada di loket Bus Travel Kota Martapura, Kabupaten OKU Timur.

Hendri yang di duga orang yang di suruh untuk menerima barang haram itu. Sedangkan tersangka lainnya, Syaiful Mahdi (33) warga Desa Semira, Kecamatan Kisam, Propinsi Aceh Utara ditangkap dan diamankan di Jalan lintas Tengah Kabupaten OKU Timur, Depan Pom Bensin saat hendak melarikan diri  yang diduga sebagai orang yang memesan barang haram tersebut.
Menurut Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem,S.Ik ketiga tersangka merupakan jaringan pengedar narkoba. Jaringan pengedar ini terputus putus dan pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk memberantas jaringan narkoba antar propinsi ini.
"Ibu Yulinar ini sudah tua tapi masih mau antar narkoba dan dua tersangka lainnya ini juga masuk dalam jaringan narkoba."Kata Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, S.IK saat gelar Konferensi Pers di Mako Polres Banyuasin yang didampingi Waka Polres Banyuasin Kompol Arif Harsono, S.Ik ,MH Kasubag Humas AKP Ery Yusdi,KBO Satres Narkoba Iptu Damijdan, SH, Ipda Teddy Bharata , Kanit Opsnal Sat Narkoba Polres Banyuaain dan Bripka Wily Kanit Riksa Sat Narkoba Polres Banyuasin
Oleh karena itu jelas Kapolres, atas perbuatan mereka yang memilki, membawa, mengedarkan akan dikenakan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal lima tahun penjara.
"Jadi peningkatan dalam pengawasan dan razia rutin akan terus kami lakukan dan saat ini kondisi darurat , dihimbau kepada masyarakat jangan  menyalahgunakan  Narkoba." Tegas Kapolres Banyuasin. (Red)


EmoticonEmoticon