01/02/18

Teranyar Panen Raya di Banyuasin Dihadiri DPR-Ketua MPR-KSP Moeldoko


Jakarta, Kabarbanyuasin.com  - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengikuti acara panen raya di Banyuasin, Sumatera Selatan. Acara ini juga dihadiri Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.


Dalam acara ini, Bamsoet menjelaskan angka produksi padi nasional pada 2017 mencapai 81.382.451 ton. Angka itu disebutnya naik 2,56 persen dibanding produksi 2016 sebesar 79.354.767 ton.

"Hal ini tentu sangat menggembirakan kita semua," kata Bamsoet kepada wartawan, Senin (29/1/2018).



Sementara itu, Zulkifli Hasan dalam panen raya itu kembali menegaskan sikapnya menolak rencana impor beras. Menurut dia, yang harus dilakukan justru memuliakan dan menyejahterakan petani dengan membeli dan konsumsi beras dalam negeri.

Bamsoet mengatakan Indonesia memiliki lahan pertanian dan produksi padi yang besar. Namun masih terjadi kesenjangan antara kebutuhan dan stok yang dihasilkan petani. 

"Oleh karena itu, beberapa waktu lalu kita harus melakukan impor beras dari negara tetangga guna memenuhi kebutuhan tersebut," kata dia.

Bamsoet meminta Komisi IV dan Komisi VI mengkaji kebijakan impor beras, khususnya dari Vietnam.

"Tugas kita bersama pemerintahan Jokowi-JK adalah menjaga agar harga gabah petani tidak jatuh jauh di bawah Rp 5.000 per kg dan harga beras sebagai bahan pokok utama tidak jauh di atas Rp 8.000 per kg agar terjangkau oleh masyarakat menengah-bawah," terangnya.




Dia mengingatkan jangan sampai sekarang petani panen raya tapi beras impor justru membanjiri pasar. Meski demikian, Ketua Umum PAN ini mendukung upaya terus-menerus yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan jajarannya dalam upaya menyejahterakan petani. 

Namun dia bulat dalam hal menolak impor beras. Karena itu, Zulkifli akan menyampaikan langsung kepada Jokowi agar jangan melaksanakan impor beras.

"Kami semua dukung Presiden agar sukses. Kalau impor beras, harga murah, rakyat sengsara. Kasihan, Pak Presiden, Saya yakin beliau tak ingin petani sengsara. Kalau perlu, malah sebaliknya, kita ekspor beras. Saya yakin kualitas beras dalam negeri jauh lebih baik," pungkas dia. (reddtkSml)


EmoticonEmoticon