11/01/18

Narkoba Menyerupai Permen Beredar Di Banyuasin


BANYUASIN, KB - Narkoba kini tengah bertransformasi dalam berbagai bentuk. Target para bandar kini makin jelas mengincar anak-anak. Bahkan, narkoba yang dibentuk menyerupai permen tengah beredar di pelosok negeri, salah satunya di banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel)
Peredaran 2 kilogram (Kg) narkoba jenis sabu dan 9.000 pil ekstasi berbentuk permen tokoh animasi senilai Rp2,7 Miliar berhasil digagalkan Sat Reskrim Polres Banyuasin.
Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, Selasa (9/1/2017) mengatakan sabu dan ekstasi jenis baru tersebut diamankan dari tersangka Ikhsan (35) warga, Dumai, Riau dan Rimbo Lasmono (39) sopir asal Talang Kelapa Banyuasin di tempat berbeda.
"Awalnya petugas menangkap Ikhsan saat razia bus di Pom Bensin Kelurahan Mainan, Jumat malam 5 Januari dan ditemukan 2 kg sabu yang dibungkus dengan 2 kemasan teh cina," katanya seperti dilansir okezone.com.
Setelah dilakukan pengembangan, selang 5 jam kemudian sekira pukul 02.00 WIB, petugas mengamankan Rimbo selaku pembeli sabu tersebut di depan asrama haji. Dari tangan tersangka diamankan 9.000 butir ekstasi, terdiri dari 1.000 butir warna hijau, 3.500 butir warna pink dan 4.500 warna kuning.
"Tersangka satu ini terpaksa dilumpuhkan dengan satu tembakan di kaki, karena berupaya kabur saat didatangi petugas," katanya.
Dia melajutkan, barang bukti ekstasi yang diamankan tergolong jenis baru. Biasanya ekstasi berbentuk pil, yang ini seperti permen suplemen anak-anak yang berbentuk tokoh animasi kartun.
"Dari pengakuam tersangka, akan diedarkan ke kawasan Banyuasin-Palembang dan sekitarnya, pembelinya mayoritas dewasa namun tidak menuntut kemungkinan konsumen akhirnya menyasar ke anak-anak," katanya.
Dia menilai para tersangka narkoba ini termasuk dalam jaringan internasional. Informasinya barang yang dipasarkan berasal dari luar negeri, bisa dari China atau Malaysia yang di bawa ke Indonesia jalur laut dan darat. "Kami akan kembangkan lagi kasus ini, untuk sementara 2 tersangka diamnkan di Mapolres Banyuasin," jelasnya.
Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 114 Ayat dua undang-undang Nomor 35 Tahun 1999. "Mereka diancam kurungan maksimal seumur hidup bahkan hukuman mati," pungkasnya.
(iz)


EmoticonEmoticon