16/01/18

Mengenal 5 Kandidat Pemimpin Banyuasin Mendatang



BANYUASIN, KB - Pesta demokrasi terbesar di Banyuasin, Sumatera Selatan segera bergulir. Ada lima petarung yang akan adu kekuatan merebut hati rakyat di Pilkada Banyuasin 2018 ini.
Mayoritas peseta yang akan turun di gelanggang Pilkada Banyuasin ini merupakan pemain lama pada musim Pilkada Sebelumnya. Dari enam calon bupati sebelumnya, hanya Agus Saputra dan Yan Anton Ferdian yang tidak turun lagi. Sementara 4 rivalnya Arkoni, Askolani, Slamet Sumasentoni dan Hazwar Bidui kembali naik "ring".


syaiful bachri dan agus salam
Golkar sebagai partai pemenang Pemilu yang memiliki 8 kursi DPRD Banyuasin bergabung dengan PKPI menggenapkan syarat 9 kursi minimal dukungan, memajukna pasangan Syaiful Bachri - Agus Salam.
Sebagai partai besar di tiga orde, Golkar tentunya memiliki mesin politik yang bisa diandalkan. Ditambah massa militan PKPI, digadang mampu meraup banyak suara.
Calon yang diusung juga memiliki daya jual yang cukup tinggi. Syaiful Bachri yang merupakan mantan kepala Dinas Pertanian Banyuasin dinilai mumpuni memajukan pertanian Banyuasin dengan sukses 1,2 juta ton gabah dan mengantarkan kabupen ini menjadi lumbung pangan provinsi. Namanya tidak asing lagi di Banyuasin teriutama di kalangan petani yang merupakan mayoritas penduduk Banyuasin.
Agus Salam, wakil yang mendampinginya juga tidak diragukan lagi. Pengalamannya 3 periode menjadi ketua DPRD Banyuasin cukup untuk membuktikan kematangan politiknya dan kinerjanya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.


askolani jasi dan slamet somosentono
Sementara itu Askolani Jasi-Slamet Somosentono, merupakan petarung kuat yang patut disegani. Kalau dinilai di atas kertas berdasarkan jumlah dukungan kursi Parpol, pasangan yang punya slogan 'Bangkit' ini merupakan pemenang, dengan dukungan 16 kursi dari 5 Parpol Besar. PDIP 7 kursi, Nasdem 2 kursi, Demokrat 3 kursi, PPP 1 kursi dan gerindra 3 kursi.
Pasangan ini juga merupakan pemain lama dalam Pilkada Banyuasin. Keduanya merupakan petarung memperebutkan kursi bupati Banyuasin 2013 lalu. Pastinya masih memilik massa militan yang siap menyukseskannya di pertarungan kali ini.
Askolani merupakan kader PDIP yang ramah dan kerap turun ke pelosok Banyuasin, juga tegas memperjuangkan aspirasi rakyat di kursi parlemen. Dipadu dengan Slamet yang dikenak dengan Pakde, merupakan tokoh yang disakralkan oleh kalangan suku jawa dna masyarakat perairan. Dengan ketokohan pasangan ini ditambah kekuatan 5 partai besar, sangat berpeluang merebut kursi bupati Banyuasin.
Selanjutnya gabungan partai Hanura dan PKB memajukan Arkoni yang kali ini disandingkan dengan Azwar Hamid sebagai wakilnya. Kedua merupakan tokoh masyarakat yang dibesarkan oleh partai politik dan menjadi wakil masyarakat di parlemen tingkat provinsi dan kabupaten.


arkoni dan azwar hamid
Dengan motto 'Maju' Arkoni yang merupakan anak asli daerah Rantau Bayur dan Azwar Hamid dari putra kecamatan Betung digadang menjadi pegobat dahaga warga Banyuasin yang ingin dipimpin putra daerah.
Kemudian Partai PAN dan PKS memberi kepercayaan pada pasangan Agus Subiantoro-Hazwar Bidui untuk bersaing di Pilkada Banyuasin. Gabungan dua partai besar ini menyandingkan tokoh daratan Banyuasin dengan tokoh daerah perairan.


agus yudiatoro dan hazuar bidui
Agus, yang saat ini menjabat sebagai kepala Dinas Perindustrian Sumsel, sudah berpengalaman di bidang birokrasi dan beberapa kali menjadi pemimpin di sejumlah wilayah kematan perairan Banyuasin. Bahkan diantara semua Balon, hanya dia yang pernah menjabat Bupati, yakni saat menjadi PJS Bupati Muratara.
Selanjutnya ketokohan Hazuar Bidui juga patut diperhitungkan oleh calon lain. Bagaimana tidak, berdasarkan hasil perolehan Pilkada sebelumnya dia berhasil menjasi runner up, selih tipis dengan Bupati terpilih Yan Anton-Supriono.
Meski hanya diusung dua parpol, tapi mesin politik PAN dan PKS mampu bersaing dengan partai besar lainnya. PAN yang memiliki banyak organisasi pendukung yang tersebar hingga tingkat desa dan RT menjadi kekuata pasangan ini untuk meraup suara. Sementara itu PKS yang terkenal dengan militansi para kadernya dan memiliki massa rill, siap berjuang all out memenangkan jagoannya.
Selain empat petarung dari jalur Parpol tersebut, juga ada calon dari jalur Independen, Buya Husni Tamrin Madani dan Supartijo. Kehadiran pasangan ini menjadi penawar dahaga warga Banyuasin yang jenuh dengan partai politik. Basic Husni Tamrin sebagai pendiri pesantren juga menjadi alternatif pilihan bagi warga banyuasin yang mayoritas beragama islam.
Rabu, Januari 2018 semua bakal calon ini telah mendaftarkan diri ke KPUD Banyuasin. "Lima bakal pasangan calon telah mendaftar, tapi sejauh ini belum ada yang melengkapi syarat. Kamu memberikan tenggang waktu hingga tanggal 20 Januari dan 2 Februari penetapan," singkat Ketua KPUD Banyuasin, Dahri.(ok)


EmoticonEmoticon