14/12/17

PLN Rayon Pangkalan Balai Merugi Hingga 8,3 Milyar




Pangkalan Balai, KB - PLN Rayon Pangkalan Balai mengalami kerugian cukup besar. Soalnya hingga November 2017, tunggakan tagihan listrik pelanggan mencapai Rp 8.310.764.727.


“Jumlah pelanggan PLN Rayon Pangkalan Balai yang belum membayar tagihan listrik mencapai Rp 8.310.764.727,”ujar Frans Handoko, Manager PLN Rayon Pangkalan Balai, Minggu (10/12).

Masih kata Frans, untuk rincian tunggakan tagihan listrik tiap wilayah yaitu wilayah Betung sekitar Rp 4.650.604.035, wilayah Pangkalan Balai mencapai Rp 1.356.646.244.
Wilayah Sembawa sekitar Rp 386.279.810, dan terakhir Sungai Lilin sebesar Rp 1.917.234.639.”Paling banyak tunggakan listrik di wilayah Betung, diikuti Sungai Lilin, Pangkalan Balai dan terakhir Sembawa,” terangnya.

Tentu jumlah cukup besar, oleh karena itu pihaknya berharap kepada pelanggan PLN terutama rayon Pangkalan Balai agar dapat segera melaksanakan kewajibannya untuk membayar tagihan listrik.”Kita juga terus giatkan penagihan, agar jumlah tunggakan itu terus menurun,” ungkapnya.

Masih kata Frans, untuk jumlah pelanggan yang menunggak sekitar 11.139 pelanggan, yang tersebar diberbagai wilayah di Kabupaten Banyuasin.”Termasuk Sungai Lilin,”imbuhnya.

Pihaknya memberikan batas waktu kepada pelanggan PLN Rayon Pangkalan Balai. Jika batas waktu telah diabaikan, maka pihaknya dengan tegas akan melakukan pemutusan aliran listrik tanpa terkecuali.”Kita tegas, dan akan kita putuskan,”bebernya.

Namun sebelumnya, pihaknya mengirimkan surat peringatan kepada pelanggan yang menunggak tersebut.”Pastinya ada peringatan terlebih dahulu,”katanya.

Mengenai adanya tunggakan SMAN 1 Rantau Bayur, Frans menerangkan kalau sudah dilakukan pelunasan. Sehingga pihaknya tidak jadi lakukan pemutusan.”Sudah selesai (dilunasi, red),”tegasnya. Sedangkan untuk perkantoran seperti Pemkab Banyuasin, ditambahkan Frans juga sudah melaksanakan kewajibannya membayar tagihan listrik. (iz)


EmoticonEmoticon