07/11/17

Usai Tagih Kredit,Fardhomuan dan Burhan Jadi Korban Perampokan

Banyuasin,KB - Malang di alami Fardhomuan (54) dan Burhan (60) sesama warga Perumnas GPI, Kelurahan Gunung Ibul,Kec. Gunung Ibul Prabumulih jadi korban perampokan pada hari Minggu (5/11/2017) pukul 17:00 WIB di Jembatan Sungai Guntung perbatasan Desa Rantau Bayur, Kec. Rantau Bayur Kab. Banyuasin dan Desa Muara Lematang, Kec. Sungai Rotan Kab. Muara Enim. 
Kejadian bermula saat keduanya pulang dari menagih utang dari Desa Rantau Bayur hendak menuju kota Prabumulih menggunakan Mobil Carry bernopol BG 9741 CD. Sesampainya hutan dekat Jemabatan Sungai Guntung, korban di berhentikan 4 orang remaja lengkap dengan 2  pistol,2 Pisau dan Senapan Rakitan. 
Kemudian korban di paksa keluar dari Mobil lalu keduanya di bawa ke hutan di ikat dan di pukuli, serta di minta untuk memberikan kunci mobil dan dompet.Fardhomuan (54), saat di hubungi detiksumsel.com mengatakan, tidak berani melakukan perlawanan karena para pelaku menggunakan senjata. "Terpaksa menuruti saja perintahnya, para pelakunya ngga pakai topeng dan masih remaja semua, dompet dan perabotan yang ada di mobil seperti Kasur, Bantal, Lemari dan perabotan lainnya sudah di bawa lari," terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rantau Bayur Tanzirin membenarkan sudah menerima laporan perampokan tersebut, dan saat ini karena korban ada kerabat di Desa Muara Lematang, diantar menginap di tempat kerabat tersebut. "Perabotan yang ada di Mobil di bawa kabur para pelaku. Malam ini kita antar menginap di tempat kerabatnya untuk beristirahat, besok baru kita antar ke Polsek Sungai Rotan dan Polsek Pengumbuk," bebernya saat di konfirmasi detiksumsel.com.
Tanzirin menambahkan,kejadian tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi, namun sudah berulang kali sehingga meresahkan warga. "Disinyalir hal ini akibat Jalan perbatasan antara Muara Enim dan Banyuasin yang belum jelas. Harapan kami semoga Pemprov Sumsel segera menyelesaikan terkait tapal batas ini," pungkasnya.(Ay)


EmoticonEmoticon