17/11/17

Setnov Tersangka, Cabup-Cawabup Banyuasin Tidak Berubah



Banyuasin, KB - Dikeluarkannya surat perintah penangkapan terhadap Setya Novanto, tersangka korupsi dana KTP Elektronik (e-KTP) oleh KPK, tidak membuat goyah DPD Partai Golkar Kabupaten Banyuasin.

Hal ini dikatakan H Agus Salam, Dewan Penasehat DPD Partai Golkar Kabupaten Banyuasin. Adanya persoalan yang pada akhirnya menyeret Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, hingga menjadi tersangka, tidak mengganggu kader-kader yang ada di Kabupaten Banyuasin. Karena masalah yang dihadapi sang ketua tersebut bukan merupakan permasalahan partai.

" Ya itu permasalahan personal Pak Setya Novanto. Namun kalau aturan dan mekanisme partai tetap berjalan. Jadi kalau di DPC Partai kita tidak ada gangguan," katanya da Kamis (16/11) seperti dilansir rmolsumsel.

Agus Salam mengaskan, Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar No 488/Golkar/x/2017 yang dikeluarkan tanggal 24 Oktober 2017 sah. Tidak ada yang berubah. 

Ia tegaskan itu karena SK DPP Partai Golkar soal penetapan Cagub Banyuasin yang diusung itu menjadi perbincangan hangat. Masyarakat Banyuasin mengait-ngaitkan SK tersebut dengan status hukum Setnov sekarang. Heboh di media sosial, masalah itu diperbincangkan. 

Menanggapi itu, Agus Salam menegaskan bahwa surat tersebut resmi. Dan memang benar, SK tersebut ditandatangani langsung oleh Setya Novanto. 

SK Tersebut pada poin nomor 3 berbunyi Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar menetapkan dan mengesahkan saudara Ir H Syaiful Bachri sebagai Calon Kepala Daerah berpasangan dengan saudara H Agus Salam sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera selatan, yang diusung Partai Golkar dalam Pilkada Serentak Putaran Ke-3 Tahun 2018.

"Surat itu resmi dan namanya dalam surat itu pastinya tidak akan berubah. Karena walau pak Setya Novanto telah ditetapkan sebagai tersangka ia tetap ketua kami," tegasnya Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin ini. (iz)


EmoticonEmoticon