02/10/17

Askolani-Agus Salam : Pancasila Pemersatu Bangsa


Banyuasin,KB - Hari ini, 1 Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila dan sekaligus mengenang 7 pahlawan revolusi yang gugur akibat G 30 S PKI.  Rakyat Indonesia sepakat bahwa Pancasila adalah Ideologi Bangsa Indonesia yang tidak tergantikan dan Pancasila adalah harga mati.
" Indonesia kuat karena Pancasila dan Pancasila harga mati,"kata Ketua DPRD Banyuasin H Agus Salam SH kepada detiksumsel. (1/10/2017)."Pancasila harus tetap tegak dan mesti dilaksanakan dalam segala lini kehidupan,"kata politisi senior Partai Golkar Banyuasin ini.
Dengan pancasila terangnya,maka proses kehidupan berbangsa dan bernegara akan tetap berjalan rukun,damai dan persatuan dan kesatuan tetap terjaga."Pancasila ini harus diamalkan dan dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta kehidupan sosial lainnya,"katanya.
Dan perlu diingat lanjutAgus Salam bahwa Pancasila merupakan Dasar Negara dan tidak boleh diganti dengan yang lain. Pancasila Harus melekat di seluruh jiwa rakyat Indonesia termasuk Rakyat Banyuasin. Dan ingat tujuh pahlawan revolusi gugur demi mempertahankan pancasila.
"Implementasinya harus dimulai dari diri masing-masing. Pancasilakan diri kita. Saya kira dengan Pancasila sudah dimulai dari diri kita dan keluarga akan menjadi modal pembangunan negara yang kita cintai ini,"tegasnya."Pancasila terbukti sakti, pancasila telah teruji maka pancasila harga mati, "kata Alumni STIPHADA Palembang ini dengan semangat.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banyuasin H Askolani Jasi SH MH juga menegaskan bahwa Pancasila merupakan sumber kekuatan Bangsa Indonesia. Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi jika Pancasila di rubah dengan paham Komunisme oleh PKI. "Pancasila Harga Mati, Pancasila ideologi bangsa kita, dan kita sepakat paham komunis tidak boleh hidup di negara yang kita cintai ini,"tegasnya."Dengan pancasila,NKRI tetap utuh dan persatuan kesatuan tetap kuat, ,"tegas Ketua DPC PDIP Banyuasin ini.
Terkait maraknya informasi Hoax dan ujaran kebencian yang berbau sara dan provokasi, Askolani minta masyarakat untuk melawannya dengan tidak mudah percaya dan tidak ikut-ikutan menyebarnya.(Ay)


EmoticonEmoticon