07/09/17

H Askolani Panen Jagung Hibrida Pioner di Sumber Makmur Kab. Banyuasin

Banyuasin, Kabarbanyuasin.com - Mengutip pemberitaan laman Detiksumsel.co-- mengenai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin H Askolani Jasi SH MH yang melakukan Panen raya Jagung Hibrida Pioner Ip 200 Dan Tabur Perdana percepatan tanam padi MT 2017-2018 di areal tanam kelompok Tani Sumber Rezeki Desa Sumber Makmur Kecamatan Muara Padang, Rabu (6/9/2017).


Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuasin ini datang mendampingi Bupati Banyuasin SA Supriono yang diwakili Kadis Pertanian Ir H Suhada Adjis Umar MM. Juga dihadiri Camat Muara Padang Lakoni Safran, Danramil Kapten Inf Daspini As, Dinas Pertanian Provinsi Sumsel Erwin, Ketua komisi II DPRD Banyuasin Arisa Lahari.

Kepala Desa Sumber Makmur Agus mengatakan bahwa kendala panen kali ini di sebabkan lambanya pupuk poska sehingga lahan seluas 500 hektar tidak bisa di panen secara maksimal. 

Ketua Gapoktan Joko Suoto, mengatakan ada 17 kelompok dalam satu desa dengan luas tanam 1.250 hektar. " Kendalanya pengairan, dan saprodi lainnya. Kekurangan ini  otomatis tidak akan maksimal dalam produksi,  sehingga harus terus menjadi perhatian," katanya seraya menyebut bahwa tabur Perdana percepatan tanam padi MT 2017-2018 seluas 8 hektar.

Wakil Ketua DPRD Banyuasin H Askolani mengatakan bahwa lembaga DPRD Banyuasin sangat mengapresiasi atas kerja keras para petani hingga mampu memproduksi jagung Hibrida Pioner Ip 200 ini. Dan dia berharap hal ini dipertahankan bahkan di tingkatkan pada masa tanam selanjutnya. 

"Terkait pupuk kadang ini menjadi persoalan, sebagai dewan saya tidak lagi ingin mendengar kekurangan pupuk. Kepada provinsi agar Banyuasin dapat menjadi perhatian khusus," katanya.

Askolani juga minta pemerintah untuk menambah alat berat guna mendukung pertanian di wilayah Banyuasin. "Tahun 2018 akan membeli 10 alat berat karena baru ada 5 , tolong diprioritaskan guna membangun irigasi di Banyuasin," katanya.

Terkait kesulitan modal lanjut Askolani pihaknya sudah merancang program dana prima, pinjaman modal bagi para petani tanpa anggunan. "Program dana prima ini sangat membantu permodalan petani Banyuasin," katanya.
 
Kadis Pertanian Sumsel Erwin Nurwibowo mengatakan luas tanam jagung 120 000 hektar dan untuk desa ini seluas 500 hektar.  "Terkait pupuk memang dimana-mana kurang, dan pemerintah berusaha untuk memenuhi itu dan perlu di ingat  Pertanggal 30 September 2017 ini harus semuanya tertanam. Jadi kiranya menjadi perhatian serius," katanya.

Kadis Pertanian Banyuasin Ir H Suhada berkenyakinan pada September minggu kedua proses tanam bisa mencapai target, khususnya 1000 hektar ini. Dia juga menekankan bahwa Pemkab Banyuasin berusaha maksimal untuk mempertahankan Banyuasin agar tetap menjadi kabupaten lumbung pangan.   "saya berharap para petani tidak melakukan alih fungsi lahan agar target bisa dicapai," katanya.  (ZPX)


EmoticonEmoticon