02/08/17

H Askolani Jasi Mendorong Pemerintah Pusat,Provinsi Dan Kabupaten Agar Memberikan Perhatian Terhadap Petani kelapa




Banyuasin,KB- Harga kelapa ditingkat pasaran baik ekspor maupun lokal makin murah, yang tadinya dibeli Rp 3000-Rp 3.800 perbutir kini turun menjadi Rp 2000-Rp 2.500 perbutir. Dan harga tersebut menjadi yang terendah sepanjang 2016-2017.Dampaknya, petani kelapa dibuat pusing tujuh keliling terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup  seperti bahan pokok dan biaya hidup lainnya yang semakin tinggi seperti saat ini.

Para petani sendiri berharap pemerintah dapat membuat kebijakan yang dapat membantu para petani agar bisa bertahan."Harga kelapa saat ini sudah pada harga terendah Rp 2000 perbutir, dan ini telah berlangsung sejak lebaran sampai sekarang," kata Sekjen Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO) Muhammad Asri SH kepada detiksumsel.com,Selasa (1/8/2017).

Turunnya harga kelapa ini terang Asri,Penurunan Harga Kelapa ini terangnya disebabkan persoalan Pasar dimana Permintaan terus menurun sementara Buah kelapa produksinya sangat tinggi. Dimana untuk di Palembang bisa 180 Ton hingga 200 ton/Hari dengan rata-rata 30 Ton/Kontainer."Pasar Lokal tidak sanggup menampung kelapa petani, sedangkan Pasar Internasional (Ekspor) seperti Thailand dan China mengurangi Permintaan, "kata pemuda keturunan bugis ini.

Turunnya harga ini tentu saja sangat menyulitkan karena rata-rata petani kelapa ini mengandalkan hidup dari hasil jual kelapa tersebut"Jujur saja kondisi petani kelapa sangat sulit, kondisi bahan pokok dan biaya hidup tinggi seperti ini,"tegas Ketua Repdem Banyuasin ini.Untuk mengembalikan agar harga kelapa kembali tinggi jelas Asri,Pemerintah harus bisa lebih mempermudah perizinan Ekspor jika perlu memfasilitasi Pasar Ekspor karena memang Konsumen Kelapa dan produksi turunannya menjanjikan di Pasar Internasional apalagi di Eropa dan Amerika Kelapa jadi Makanan Alernatif.

Selain itu, solusi buat pemerintah juga agar bisa mengupayakan Pabrik Pengelolaan Kelapa dalam skala besar seperti BUMD agar bisa menjadi PAD dan juga bisa mengimbangi stabilitas Harga Pasar Global."Perhatian Khusus buat Petani kelapa juga mesti dilakukan pemerintah baik itu subsidi maupun bantuan pengairan agar petani tidak terbebani biaya perawatan Kebun Kelapa sehingga Produksi bisa tetap baik,jadi walaupun harga turun dengan Peningkatan Produksi per Haktare nya Petani tidak terlalu merasakan Penurunan harga tersebut,"harap Asri

Seperti di ketahui sentra Kelapa di Kabupaten Banyuasin di Kecamatan Makarti Jaya,Banyuasin ll,Muara Telang,Sumber Marga Telang,Air Saleh ,Pulau Rimau,Muara Padang dan Muara Sugihan.Sementara itu,Wakil Ketua DPRD Banyuasin H Askolani Jasi mendorong pemerintah pusat,Pemerintah Provinsi dan Kabupaten agar memberikan perhatian terhadap petani kelapa terutama terkait harga di pasaran.Dan solusi lain tentunya dengan membangun pabrik pengelola buah kelapa dalam skala besar.

" Selama ini Kelapa dijual dalam bentuk buah sehingga harga selalu tergantung dengan Ekspor dan harga pasaran. Kalau saja sudah dalam bentuk olahan kemungkinan harga jual akan semakin baik dan petani akan sejahtera. Maka dari itu saya sangat mendorongpemerintah mempercepat pembangunan pabrik olahan skala besar,"katanya.
Disamping itu,lanjut H Askolani pembinaan dan pendampingan terhadap para petani kelapa ini juga di perlukan sehingga sabut kelapa ataupun batok kelapa bisa dijadikan bahan kerajinan sehingga menjadi sumber penghasilan tambahan."Yang pasti sarana produksi seperti pupuk, pengairan juga mesti dapat perhatian dari Pemerintah,"tandasnya.(Det/Ay)


EmoticonEmoticon