18/07/17

Banyuasin Bangkit, Membangun Desa dan Memajukan Kota


Banyuasin,KBBakal calon Bupati Banyuasin 2018-2023 H Askolani Jasi mengembalikan formulir di DPD II Partai Golkar Banyuasin. Ini bentuk keseriusan untuk maju pada Pilkada 2018 dan juga bentuk komunikasi politik mengajak Partai Golkar bersama PDIP dalam membangun Banyuasin yang lebih baik lima tahun kedepan.

Pengembalian formulir,di wakili Ketua Fraksi PDIP DPRD Banyuasin Arisa Lahari,Jufrianto,Mat Nawir dan relawan Banyuasin Bangkit dan diterima langsung Ketua DPD II Partai Golkar Banyuasin Irian Setiawan SH MH didampingi panitia penjaringan, Selasa (18/7/2017).

Dengan visi Banyuasin Bangkit, H Askolani Jasi berkomitmen Membangun Desa dan memajukan Kota. Salah satu program yang di usung adalah Program PRIMA Banyuasin (ProgRam keatIf MAndiri Banyuasin), yang merupakan program pemberdayaan untuk petani, nelayan dan usaha mikro. didalamnya ada bantuan modal, pembekalan untuk pengembangan produk, dan membuka akses penjualan nya baik di dalam atau luar negeri. Dana bukan dana APBD Banyuasin, namun di support oleh salah satu BUMN dan Bank Nasional. "Banyuasin Bangkit, dengan Membangun Desa dan memajukan Kota, ini komitmen saya,"tegas H Askolani Jasi saat di hubungi kabarbanyuasin.com.

Dijelaskan H Askolani bahwa dirinya terus membangun komunikasi dengan parpol di Banyuasin, tidak hanya PDIP tetapi dengan Golkar, PAN,PKB,Demokrat,Nasdem,PPP,Gerindra dan Hanura termasuk nantinya dengan PKS dan PKPI.

"Membangun Banyuasin ini tidak bisa saya sendiri namun harus melibatkan banyak Parpol, banyak elemen masyarakat lainnya. Maka semua komponen harus kita rangkul,kita ajak bersama-sama,"kata suami Hj Heryati ini.

Dijelaskan Mantan Ketua Kadin Banyuasin Pertama ini bahwa, dirinya maju menjadi Balon Bupati Banyuasin ini sebagai wujud pengabdian terhadap Kabupaten Banyuasin yang sama-sama kita cintai ini. Maka dari itu dengan Program Banyuasin Bangkit yang sudah di susunnya dirinya yakin Banyuasin kedepan akan lebih baik lebih maju mulai dari sektor Infrastruktur, ekonomi kerakyatan,Pendidikan,kesehatan,keamanan dan kenyamanan termasuk kehidupan keagamaan. "Saya berkenyakinan, dengan Program Banyuasin bangkit Kabupaten Banyuasin akan lebih maju dan rakyatnya akan sejahtera sebagai cita-cita kita bersama,"katanya.

Memang umur Kabupaten Banyuasin kata Wakil Ketua DPRD Banyuasin ini belum seberapa dibandingkan dengan Kabupaten lainnya tapi dengan segala Potensi yang dimiliki oleh Kabupaten ini seharusnya kita sudah bisa mengejar ketertinggalan paling tidak dengan kabupaten kabupaten tetangga yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Kedepannya Kabupaten Banyuasin harus bisa melakukan percepatan dan sinkronisasi program pembangunan secara terintegrasi di segala sektor. "Inilah yang mendasari kami membuat Visi Banyuasin Bangkit. Banyuasin BANGKIT merupakan visi pembangunan di Banyuasin kedepan yang kami tawarkan kepada masyarakat Banyuasin dan kami yakini dapat memberikan perubahan signifikan pada pembangunan di Bumi Sedulang Setudung Banyuasin beberapa tahun kedepan. Secara harfiah Bangkit diartikan sebagai ‘bangun dari tidur’ lalu berdiri dan bergerak. Hal ini mengambarkan bahwa sudah saatnya Banyuasin untuk bangkit dari tidur panjang nya, berkerja keras dan cerdas mengejar ketertinggalan. BANGKIT juga adalah akronim dari Berdayasaing, Aman, Nyaman, Guyub, Kreatif, ber Iman dan Taqwa yang merupakan Intisari dari Visi dan Misi yang kami tawarkan untuk membangun Banyuasin lebih baik lagi,"tegas pria kelahiran Teluk Kijing 23 April 1974 ini.

Berdayasaing jelas Askolani bahwa, kabupaten Banyuasin harus dapat meningkatkan daya saingnya secara lokal, nasional ataupun Internasional. Untuk dapat meningkatkan daya saing maka diperlukan akselerasi dan sinkronisasi pembangunan di semua sektor. Sektor Infrastruktur, Pertanian & Perkebunan, Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata serta Pemuda dan Olah Raga akan menjadi Program prioritas. Infrastruktur jalan dan jembatan yang baik terutama di pedesaan akan mendukung pergerakan perekonomian, kami akan melibatkan pihak swasta dan investor untuk dapat membantu membantun jalan dan jembatan di Kab Banyuasin sehingga tidak 100% tergantung dari APBD. Beberapa titik jalan baru juga akan di buka yang selama ini menginsolir beberapa daerah di Banyuasin. Untuk pertanian akan dikembangkan Integrated Farming. Seperti Karet, program pemberdayaan bagi petani mulai dari penyuluhan, bantuan peralatan yang dapat meningkatkan kualitas karet, sampai membantu membuka channel penjualan karet secara nasional dan internasional sehingga harga karet di masyarakat menjadi lebih baik dan sustain. 

Kemudian, AMAN dan NYAMAN, kata Askolani, kami akan membangun Smartcity dan Smart Village yang akan di integrasikan dengan kepolisian untuk mewujudkan rasa aman bagi masyarakat dengan program neighborhood watch program. Program ini merupakan program pencegahan kejahatan kriminal dengan kegiatan yang berbasis pemberdayaan masyarakat sehingga indentifikasi dan antisipasi kejahatan bisa ketahui sejak dini. Selain itu komitmen dalam memberantas segala bentuk praktek Korupsi di pemerintahan dengan menerapkan Good Governance yakni melakukan penyempurnaan terhadap Open Government dan e Budgeting sehingga transparansi dan akuntability pemerintahan menjadi lebih baik. Rasa aman beraktifitas dan rasa aman di birokrasi ini diharapkan akan mengundang investor untuk masuk dan menanamkan modal nya di Banyuasin. 

GUYUP, secara harfiah guyup terangnya adalah gotong royong dan kebersamaan. Gotong royong dan kebersamaan merupakan budaya bangsa kita dan sangat dekat dengan masyarakat pedesaan. Disini kami ingin pembangunan di mulai dari Desa, dimana desa akan mempunyai peran sentral sebagai pusat pertumbuhan pembangunan.  

Kemudian KREAKTIF, untuk mengurangi angka kemiskinan dan penganguran maka kami akan mengembangkan program pemberdayaan  terhadap UMKM dan Koperasi. Menumbuhkan jiwa enterprenuership dikalangan anak muda dan ibu rumah tangga dengan membuat pusat incubator UMKM di setiap kecamatan. Progam ini akan mencetak ribuan pengusaha baru yang menjadi backbone ekonomi di Kabupaten Banyuasin.

Dan yang terakhir lanjut Mantan aktivis 98 ini,  IMAN dan TAQWA,  mewujudkan masyarakat Banyuasin yang agamis dan berakhlakul karimah sehingga menjadi manusia yang arif, soleh dan mandiri melalui program program keagamaan. Dengan akhlak yang baik maka diharapkan akan adanya peningkatan profesionalitas birokrasi di pemerintahan dan dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. (iz)


EmoticonEmoticon