06/05/17

Askolani Dibanjiri Dukungan Jadi Calon Bupati Banyuasin Dari Aktivis 1998

Banyuasin, Kabarbanyuasin.com - Kabar teranyar dari Puluhan Aktivis 98 yang merupakan para pejuang reformasi di Provinsi Sumatera Selatan mendukung H Askolani SH, MH untuk maju sebagai bakal calon Bupati Banyuasin pada Pilkada Banyuasin 2018. Mereka juga sepakat akan mendorong para aktivis 98 untuk maju pada pilkada-pilkada Sumsel dan Kabupaten/Kota lainnya di Sumsel. 
 
 
Karena Mereka menilai agenda reformasi yang mereka perjuangkan belum sepenuhnya terlaksana dengan baik, maka hanya ada satu cara yakni rebut kekuasaan sehingga pembangunan negeri ini bisa sesuai semangat reformasi. Dukungan ini disampaikan para aktivis 98 dalam acara silaturahmi yang digagas H Askolani dikediamannya Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin, Jumat (5/5/2017).

Dalam silaturahmi ini,mereka juga sepakat membentuk forum komunikasi aktivis 98, yang di sepakati di koordinatori oleh Ade Indra Chaniago seorang Jurnalis yang juga Dosen di Stisipol Candradimuka Palembang dan dibantu Bambang Purnomo. Tujuannya untuk kembali membuat agenda-agenda gerakan untuk kebaikan bagi masyarakat,bangsa dan negara.

Para Aktivis yang hadir ini, diantaranya Jj Porong, Anwar Putra Bayu, Sudarto Marelo,Hasanudin, Ade Indra Chaniago, Ramogers, Nachung, Toni Siahaan, Andreas, Warman, Aria Laksana, Amin S, Inswardi, A Haris,Supri,Ade Indriani, Hermansya,Dedi, Sazali/Jack,Iqbal, dan Indra Hermansyah. H Askolani SH MH dalam sambutannya mengatakan pertemuan ini merupakan bentuk silaturrahmi para pejuang reformasi yang selama ini terputus karena tugas dan kepentingan masing-masing.

"Rencana pertemuan ini memang sudah terinspirasi sejak lama sekali tapi baru terlakasana malam ini setelah 20 tahun mereformasi Indonesia khusus Sumsel. Ya karena kesibukan tadi, tetapi rencana silaturahmi ini kembali menguat setelah secara tidak sengaja saya dipertemukan allah swt dengan Ramogers, Ade Indra Chaniago, Sazili dan Bambang Purnomo di Masjid Agung setelah melaksanakan Sholat Jumat seminggu yang lalu,sehingga kami rancang acara silaturahmi ini," tuturnya.

Untuk itu terang Askolani, dirinya secara pribadi dan keluarga menyampaikan terima kasih atas kehadiran para pejuang reformasi Sumsel ini.

"Kalau mau jujur agenda reformasi yang kita perjuangkan pada umumnya belum terlaksana dengan baik. Maka dari itu kita harus turun lagi, kita harus bangun negeri ini sesuai semangat reformasi," tutur Askolani. Caranya tentu harus masuk garis kekuasaan yakni baik itu pusat,Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Baik kepala daerah maupun legislatif. 

"Yang mengatur negeri ini diantaranya di dua lembaga ini yakni Eksekutif dan legislatif, saya sudah masuk 8 tahun berada di DPRD Banyuasin tetapi masih banyak agenda yang sulit dilakukan karena keterbatasan wewenang tadi. Maka saya mengajak kawan-kawan aktivis 98 untuk masuk kedalam itu, dan PDIP siap menampung kawan-kawan sekalian," ujarnya.

Askolani juga menegaskan perjuangan reformasi tidak hanya di Jakarta dan tidak hanya kasus trisakti yang memakan korban. Disumsel juga ada pahlawan reformasi yakni Mayer Ardiansyah mahasiswa UIBA yang meninggal dalam aksi tolak dwi fungsi ABRI di  Kodam II Sriwijaya."Saya harap ini jadi agenda kita untuk diperingati setiap tahunnya," katanya.
 
Jj Porong salah satu aktivis lingkungan Sumsel yang sampai saat ini masih bergelut di bidang Agraria dan berjuang bersama petani menegaskan bahwa dirinya masih menjadi aktivis dengan membangun bangsa dari pinggiran.Dimata JJ Porong, Kabupaten Banyuasin membutuhkan pemimpin muda dan anergik, mengingat wilayah Banyuasin sulit dan luas belum lagi persoalannya. Jj Porong juga menilai kawasan strategis Tanjung Api-Api ini juga perlu diselamatkan karena ini terkait ekonomi.

"Kita jangan jadi penonton,rakyat jangan jadi penonton, namun kita harus ambil bangin. Ingat Tanah di kawasan TAA ini sudah dikuasai para pemilik modal," katanya. Jj Porong minta Basis struktur ekonomi kolektif Seperti koperasi terus di perluas, namun ini kadang kalah dilupakan para aktifis padahal memiliki nilai manfaat yang luas bagi masyarakat.

"Perlu diketahui bahwa Fase kemenangan itu 20 tahun. Artinya setelah reformasi yang sudah memasuki usia 20 tahun saat ini, maka saatnya aktivis 98 menguasai berbagai lini kehidupan berbangsa dan negara,agar tujuan reformasi itu bisa dilaksanakan secara baik dan tepat sasaran," tegasnya.

Kemudian Hasanuddin mantan Ketua BEM PGRI menegaskan bahwa H Askolani aktivis 98 jadi wajar kalau aktivis 98 mendukung rencana beliau untuk maju pada Pilkada Banyuasin. "Aktivis 98 nak nyadikan aktivis 98 ini sangat wajar. Kapan lagi, siapa lagi kalau bukan kita. Jadi Wajib dukung aktivis 98,kalau ngakunya aktivis 98," katanya.

Tidak hanya mendukung terang Hasanudin, para aktivis 98 juga siap turun ke bawah bersama-sama rakyat untuk memenangkan pertarungan Pilkada ini. "Ini komitmen kami, " tegasnya.

Bahkan Hasanuddin yang merupakan ketua PGRI Kota Palembang siap membantu melalui jalur PGRI. "Aturan baru,setiap guru wajib ikut organisasi profesi, jadi ini potensi dukungan yang luar biasa," katanya.

Diakhir pandangannya Hasanudin, minta H Askolani Berbuat seperti lebah dan bekerja seperti laba-laba."Maksudnya membawa manfaat dan merangkul semua komponen masyarakat," tandasnya.

Anwar Putra Bayu seorang aktivis dan juga budayawan Sumsel ini menegaskan bahwa gerakan kebudayaan masih sangat relevan dalam membangun kehidupan berbangsa dan negara. Bahkan gerakan kebudayaan yang dilakukan dalam setiap pergerakan sangat muda diterima masyarakat.

"Gerakan kebudayaan merupakan yang paling cepat bisa diterima oleh masyarakat, maka jangan dilupakan gerakan ini. Saya mengdukung pak Askolani, karena saya pikir Banyuasin butuh pemimpin muda untuk membangun agar lebih baik kedepan," katanya.

Ade Indriani aktivis perempuan juga saat ini menjadi Ketua lembaga Indonesia Hijau siap membantu melalui jalur petani dan nelayanan. "Kita dukung, dan saya siap turun ke bawa," kata Ade.

Selain itu, Toni Siahaan politisi muda PDIP yang juga aktivis 98 ini menegaskan bahwa untuk memasukan satu pasal saja dalam Perda saja sangat sulit karena banyaknya kepentingan apalagi urusan lainnya. Maka satu-satu jalan adalah masuk dalam kekuasaan.

"Maka momentum pertemuan aktivis 98 yang dimotori H Askolani malam ini harus membuat gerakan untuk kembali menyuarakan sangat reformasi itu sendiri,"tutupnya pada kesempatan tersebut. (ZP)


EmoticonEmoticon