05/04/17

RSUD Banyuasin Hutang Obat 280 Juta


Pangkalan Balai, kabarbanyuasin.com - Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin saat lakukan sidak ke RSUD Banyuasin, Selasa (4/04/2017), mendapati pasien tidak mendapatkan obat dari rumah sakit, lantaran stok obat tidak ada.
Dalam sidak yang langsung di pimpin oleh Jamaluddin ketua dari Komisi IV, DPRD Banyuasin beserta anggota lainnya, langsung masuk ke RSUD Banyuasin.
Dari pantauan dan informasi yang di himpun, saat sidak berlangsung anggota DPRD Banyuasin, dari beberapa pasien tidak mendapatkan obat dari pihak rumah sakit, pasien-pasien itu membeli obat di apotik lantaran stok obat di rumah sakit kosong, serta mereka juga mendapati kondisi ruangan yang tidak di lengkapi dengan Fasilitas yang selayaknya seperti pendingin ruangan (AC) dan ironisnya pasien membawa kipas angin sendiri dari rumahnya.
Selain itu, kondisi ruangan yang plaponnya rusak juga terlihat sehingga menambah kondisi Rumah Sakit Daerah kabupaten Banyuasin tersebut sangatlah memprihatinkan.
Ketika pihak DPRD Banyuasin tersebut bertemu dengan Direktur Rumah Sakit Daerah Kabupaten Banyuasin, di Gudang penyimpanan stok obat-obatan yang terlihat hanya sebagian yang berisikan obat obatan.
“Kondisinya seperti ini, kita sudah memesan kembali obat ke tiga perusahaan yang telah biasa menyuplai obat-obatan kita, tapi tak pernah dikirim karna kita masih ada hutang sebeaar Rp 280 juta dengan tiga perushaan tersebut,”kata Direktur Utama RSUD Banyuasin dr Emi Lidia Arlinu MSi, di hadapan anggota DPRD Banyuasin.
Masih katanya untuk membayar hutang kepada tiga perusahaan tersebut saat ini anggran di RSUD banyuasin minim dan pihak kami masih menunggu anggaran APBD.
” Anggaran lagi kosong dan anggran juga kita belum turun dari BPKAD,”pungkasnya.
sumber : klicksumsel


EmoticonEmoticon